🏛️ Jejak Sejarah: Dari Gemeente Zieken Huis hingga Cagar Budaya
Dididirikan pada 11 Agustus 1928 oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama
Gemeente Zieken Huis, rumah sakit ini memiliki arsitektur khas yang kini ditetapkan sebagai
cagar budaya. Nama "Dr. Pirngadi" mulai melekat kuat sejak 1942, saat kepemimpinan beralih
ke tangan putra bangsa, Dr. Raden Pirngadi, di masa pendudukan Jepang.
Setelah melalui berbagai transformasi status, pada 2007, RSUD Dr. Pirngadi resmi menyandang status
sebagai Teaching Hospital (Rumah Sakit Pendidikan), menjadi pusat pembelajaran utama bagi calon
dokter dan tenaga medis, khususnya dari Universitas Sumatera Utara (USU).
🌍 Inovasi Medical Tourism: Kebanggaan Medan
Menyadari posisi strategis Kota Medan, RSUD Dr. Pirngadi mengembangkan sayap ke sektor
Medical Tourism. Melalui layanan unggulan di Poli THT dan Gigi Spesialis, rumah sakit ini
siap bersaing melayani wisatawan mancanegara yang mencari layanan kesehatan berkualitas dengan standar
internasional namun tetap terjangkau.
😊 Budaya 5S dan Revitalisasi 2026
Melayani pasien bukan sekadar urusan medis, tetapi juga hati. RSUD Dr. Pirngadi menerapkan budaya
5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dalam setiap interaksi.
Menatap masa depan, Pemerintah Kota Medan merencanakan revitalisasi besar-besaran mulai 2026.
Didukung anggaran APBN, proyek ini bertujuan memodernisasi fasilitas bangunan dan teknologi medis
agar tetap relevan sebagai rumah sakit pilihan utama masyarakat di tengah persaingan global.